Pages

Selasa, 11 Oktober 2011

RPP Pengukuran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(R P P)


Satuan Pendidikan : S M K
Mata Pelajaran : F i s i k a
Kelas / Semester : X / 1
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (Pertemuan Kedua)

Standart Kompetensi
1. Mengukur Besaran dan Menerapkan Satuannya

Kompetensi Dasar
1.2 Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis

Indikator
1. Instrumen disiapkan secara tepat serta pengukuran dilakukan dengan benar berkaitan dengan besaran pokok panjang, massa, waktu, dengan mempertimbangkan aspek ketepatan (akurasi), kesalahan matematis yang memerlukan kalibrasi, ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas) .
2. Nilai yang ditunjukkan alat ukur dibaca secara tepat, serta hasil pengukuran ditulis sesuai aturan penulisan angka penting disertai ketidakpastiannya (batas ketelitian alat) dengan tepat.

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
a. Menjelaskan pengertian pengukuran dan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
b. Menyiapkan secara tepat alat-alat ukur serta melakukan pengukuran dengan benar berkaitan dengan besaran pokok panjang, massa, waktu, dengan mempertimbangkan aspek ketepatan (akurasi),
c. Kesalahan matematis yang memerlukan kalibrasi, ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas)
d. Membaca Nilai yang ditunjukkan alat ukur secara tepat, serta hasil pengukuran ditulis sesuai aturan penulisan angka penting disertai ketidakpastiannya (batas ketelitian alat) dengan tepat.

2. Materi Pembelajaran
1. Pengertian pengukuran dan ketidakpastian Pengamatan
Pengukuran adalah kegiatan mengukur besaran fisika dari sebuah obyek atau benda. Mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan.
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan mempunyai satuan.
Satuan adalah pembanding dalam suatu pengukuran.
Pengukuran adalah aktivitas membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu yang lain yang sejenis dan telah ditetapkan satuannya.
Contoh:
1. Pak Abu mengukur panjang meja, hasilnya panjang meja Pak Abu adalah 7 jengkal.
Besaran = panjang meja = panjang
Besarnya = 7
Satuannya = jengkal
2. Abdel mengukur tinggi badan Temon dengan meteran, hasilnya tinggi badan Temon adalah 172 cm.
Besaran = tinggi badan = panjang
Besarnya = 172
Satuan = cm
Mengukur selalu menimbulkan ketidakpastian. Artinya, tidak ada jaminan bahwa pengukuran ulang akan memberikan hasil yang tepat sama. Ada tiga sumber utama yang menimbulkan ketidakpastian pengukuran, yaitu:
1) Ketidakpastian Sistematik
Ketidakpastian sistematik bersumber dari alat ukur yang digunakan atau kondisi yang menyertai saat pengukuran. Bila sumber ketidakpastian adalah alat ukur, maka setiap alat ukur tersebut digunakan akan memproduksi ketidakpastian yang sama.
Yang termasuk ketidakpastian sistematik adalah antara lain:
a. Ketidakpastian Alat
Ketidakpastian ini muncul akibat kalibrasi skala penunjukkan angka pada alat tidak tepat, sehingga pembacaan skala menjadi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Misalnya, kuat arus listrik yang melewati suatu beban sebenarnya 1,0 A, tetapi bila diukur menggunakan suatu Ampermeter tertentu selalu terbaca 1,2 A. Karena selalu ada penyimpangan yang sama, maka dikatakan bahwa Ampermeter itu memberikan ketidakpastian sistematik sebesar 0,2 A.Untuk mengatasi ketidakpastian tersebut, alat harus di kalibrasi setiap akan dipergunakan.
b. Kesalahan Nol
Ketidaktepatan penunjukan alat pada skala nol juga melahirkan ketidakpastian sistematik. Hal ini sering terjadi, tetapi juga sering terabaikan. Sebagian besar alat umumnya sudah dilengkapi dengan sekrup pengatur/pengenol. Bila sudah diatur maksimal tetap tidak tepat pada skala nol, maka untuk mengatasinya harus diperhitungkan selisih kesalahan tersebut setiap kali melakukan pembacaan skala.
c. Waktu Respon Yang Tidak Tepat
Ketidakpastian pengukuran ini muncul akibat dari waktu pengukuran (pengambilan data) tidak bersamaan dengan saat munculnya data yang seharusnya diukur, sehingga data yang diperoleh bukan data yang sebenarnya. Misalnya, kita ingin mengukur periode getar suatu beban yang digantungkan pada pegas dengan menggunakan stopwatch. Selang waktu yang diukur sering tidak tepat karena pengukur terlalu cepat atau terlambat menekan tombol stopwatch saat kejadian berlangsung.
d. Kondisi Yang Tidak Sesuai
Ketidakpastian pengukuran ini muncul karena kondisi alat ukur dipengaruhi oleh kejadian yang hendak diukur. Misalkan mengukur panjang kawat baja pada suhu tinggi menggunakan mistar logam. Hasil yang diperoleh tentu bukan nilai yang sebenarnya karena panas mempengaruhi objek yang diukur maupun alat pengukurnya.
2) Ketidakpastian Random (Acak)
Ketidakpastian random umumnya bersumber dari gejala yang tidak mungkin dikendalikan secara pasti atau tidak dapat diatasi secara tuntas. Gejala tersebut umumnya merupakan perubahan yang sangat cepat dan acak hingga pengaturan atau pengontrolannya di luar kemampuan kita.
Misalnya:
a. Fluktuasi pada besaran listrik.
Tegangan listrik selalu mengalami fluktuasi (perubahan terus menerus secara cepat dan acak). Akibatnya kalau kita ukur, nilainya juga berfluktuasi. Demikian pula saat kita mengukur kuat arus listrik.
b. Getaran landasan.
Alat yang sangat peka (misalnya seismograf) akan melahirkan ketidakpastian karena gangguan getaran landasannya.
c. Radiasi latar belakang. Radiasi kosmos dari angkasa dapat mempengaruhi hasil pengukuran alat pencacah, sehingga melahirkan ketidakpastian random.
d. Gerak acak molekul udara. Molekul udara selalu bergerak secara acak (gerak Brown), sehingga berpeluang mengganggu alat ukur yang halus, misalnya mikro-galvanometer dan melahirkan ketidakpastian pengukuran.
3) Ketidakpastian Pengamatan
Ketidakpastian pengamatan merupakan ketidakpastian pengukuran yang bersumber dari kekurangterampilan manusia saat melakukan kegiatan pengukuran. Misalnya: metode pembacaan skala tidak tegak lurus (paralaks), salah dalam membaca skala, dan pengaturan atau pengesetan alat ukur yang kurang tepat.

Posisi A dan C menimbulkan kesalahan paralaks.
Posisi B yang benar.
Seiring kemajuan teknologi, alat ukur dirancang semakin canggih dan kompleks, sehingga banyak hal yang harus diatur sebelum alat tersebut digunakan. Bila yang mengoperasikan tidak terampil, semakin banyak yang harus diatur semakin besar kemungkinan untuk melakukan kesalahan sehingga memproduksi ketidakpastian yang besar pula.
Besarnya ketidakpastian berpotensi menghasilkan produk yang tidak berkualitas, sehingga harus selalu diusahakan untuk memperkecil nilainya, di antaranya dengan kalibrasi, menghindari gangguan luar, dan hati-hati dalam melakukan pengukuran.







2. Jenis alat ukur besaran pokok
Untuk mengetahui nilai suatu besaran maka dipakai alat ukur dan hasilnya dinyatakan dalam satuan besaran tersebut. Hasil pengukuran ini tergantung pada ketelitian alat yang dipakai. Artinya semakin teliti alat yang dipakai maka hasil pengukuran juga makin baik. Berikut ini beberapa contoh alat ukur besaran.
a. Mengukur Panjang
Ketika sistim metrik ditetapkan pertama kali oleh para ahli fisika di Perancis pada tahun 1792,”satu meter dinyatakan sebagai 10 – 7 kali jarak dari ekuator kutub utara melalui kota Paris”. Tetapi pada tahun 1960 ”satu meter dinyatakan sebagai jarak antara dua garis batang platina iridium” yang disimpan oleh National Bureau Standard, namun pernyataan inipun tidak dipakai. Yang akhirnya disepakati untuk digunakan (melalui kesepakatan ditetapkan pada tahun 1983) adalah : “satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang vakum (hampa udara) selama sekon”. Penetapan ini diperoleh dari hasil pengukuran kecepatan cahaya di ruang hampa.
Panjang satuan SI nya adalah meter (m). Besaran panjang dapat diukur dengan menggunakan mistar, jangka sorong, mikrometer skrup, dan alat ukur panjang lainnya.
a) Mistar
Mistar adalah alat ukur panjang yang paling sering dipergunakan oleh para siswa. Selain sebagai alat ukur panjang, Mistar sering difungsikan sebagai penggaris. Mistar memiliki daya ukur maksimum bervariasi mulai dari 10 cm, 20 cm, 30 cm, 50 cm, sampai 100 cm.
Perhatikan cara mengukur panjang sebuah benda dengan Mistar seperti pada gambar berikut! Mistar di bawah ini memiliki skala terkecil cm = 0,1 cm = 1 mm.
Letakkan ujung sebelah kiri benda tepat berimpit dengan titik nol, dan perhatikan angka yang ditunjukkan skala mistar pada ujung sebelah kanan.


b) Jangka Sorong
Jangka Sorong adalah alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah bola, dalam dan diameter luar dari sebuah pipa, dengan batas ukur maksimum ± 15 cm. Jangka Sorong memiliki ketelitian mm = 0,1 mm = 0,01 cm
Perhatikan gambar benda yang sedang diukur diameternya!



Kegiatan 1

Tugas:
Coba ulangi kegiatan 1 dengan dua macam benda yang berbeda.
a. Catat berapa skala utama dan skala nonius untuk setiap benda yang anda ukur.
b. Nyatakan hasil yang anda dapat dengan satuan cm dan mm.

c) Mikrometer Skrup
Mikrometer Skrup adalah alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk
mengukur ketebalan plat, misalnya plat baja. Mikrometer sekrup lebih teliti dibandingkan jangka sorong. Ketelitiannya mm = 0,01 mm.


Kegiatan 2 membaca skala diameter mur

Tugas:
Coba ulangi kegiatan 6 dengan dua macam benda yang berbeda.
a. Catat berapa skala utama dan skala nonius untuk setiap benda yang anda ukur.
b. Nyatakan hasil yang anda dapat dengan satuan cm dan mm.

b. Mengukur Massa
Massa adalah banyaknya zat yang terkandung di dalam suatu benda. Satuan massa dalam SI adalah satu kilogram yang dinyatakan sebagai massa suatu silinder logam Iridium yang tersimpan pada Lembaga Internasional tentang berat dan ukuran (International Bureau of Weight and Measures) di Sevres, Perancis.
Massa standard ditetapkan pada tahun 1887, dan sampai saat ini tidak berubah karena Platina-Iridium adalah logam yang stabil, yang berbentuk silinder dengan ukuran diameternya 3,9 cm dan tingginya 3,9 cm. Massa berbeda dengan berat. Berat adalah besarnya gaya yang dialmi benda akibat gaya tarik bumi pada benda tersebut. Satuan SI-nya Newton (N). Besaran massa dapat diukur dengan menggunakan neraca. Neraca terdiri atas:
a. Neraca Pasar atau timbangan
b. Neraca elektronik atau digital
c. Neraca sama lengan
d. Neraca Ohaus


Alat pengukur massa yang sering digunakan di supermarket adalah neraca digit, sedangkan yang digunakan di warung atau di pasar disebut neraca pasar.

Contoh :
Seorang siswa mengukur massa sebuah benda dengan menggunakan Neraca Ohaus seperti terlihat pada gambar berikut !


Massa benda tersebut adalah = 400g + 40g + 2,4g = 442,4 g
c. Mengukur Waktu
Pengukuran waktu sangat penting artinya baik bagi orang awam maupun bagi para ilmuwan. Sebelum tahun 1960 batasan waktu standard dinyatakan dalam hari matahari rata-rata pada tahun 1900 ( satu hari adalah waktu yang diperlukan mencapai titik tertinggi di langit sampai titik tertinggi berikutnya), sehingga satu detik mata hari mula-mula dinyatakan sebagai hari mata hari.
Pada tahun 1967 pada pertemuan “General Conference on Weights and Measures” dan dinyatakan sebagai berikut : “ Satu detik adalah waktu yang diperlukan oleh satu atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9 192 631 770 kali”. Waktu satuan SI-nya adalah sekon (s). Contoh alat ukur waktu: jam, stop watch, arloji. Sedangkan alat ukur waktu yang paling akurat adalah jam atom.

Contoh:
Seorang siswa mengukur waktu 20 kali ayunan sebuah Bandul Sederhana, Tepat ayunan ke duapuluh skala Stopwatch terlihat seperti gambar berikut !

Hasil pengukurannya adala: 25,5 sekon.



3. Metoda Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : - Direct Instruction
- Cooperative Learning
2. Metode Pembelajaran : - Ceramah
- Diskusi
- Demonstrasi

4. Langkah-Langkah Pembelajaran

No Tahapan Kegiatan Waktu Metode
Guru Siswa
1 Pra Pendahuluan Mengucapkan salam Menjawab salam 10 menit Informasi dan Diskudi
Menanyakan Kabar dan presensi kelas Menanggapi guru (diabsen pada saat mengerjakan tugas)
Merefresh kembali pelajaran yang lalu
(Besaran dan satuan) Menanggapi guru
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan mempunyai satuan.
Satuan adalah pembanding dalam suatu pengukuran.
Guru dibantu teman guru untuk menyiapkan dan memasang peralatan presentasi (LCD Proyektor) -

2 Pendahuluan Motivasi :
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat atau melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengukuran.

Apersepsi :
Memberikan pertanyaan tentang pengukuran dan alat yang dipakai dalam pengukuran
Ex:
Dengan alat apakah kalian dapat mengukur panjang meja?
Dengan apakah kita dapat mengetahui massa suatu benda?
Dengan apakah kita dapat mengetahui lama waktu perjalanan kita dari rumah ke sekolah?
Nah hari ini kita akan belajar tentang jenis jenis alat ukur
Siswa menanggapi penjelasan guru








Siswa menjawab pertanyaan
Ex:
- Dengan meteran pak.
- Dengan timbangan

- Dengan jam tangan/ hp yang ada jamnya. 10 menit Diskusi
Penjelasan singkat tentang pengukuran dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
Pengukuran adalah aktivitas membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu yang lain yang sejenis dan telah ditetapkan satuannya. Mendengarkan dan memperhatikan guru
Menyampaikan tujuan dari pelajaran hari ini adalah setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1. 1. Menyiapkan secara tepat alat-alat ukur serta melakukan pengukuran dengan benar berkaitan dengan besaran pokok panjang, massa, waktu, dengan mempertimbangkan aspek ketepatan (akurasi),
2. 2. kesalahan matematis yang memerlikan kalibrasi, ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas)
3. Membaca Nilai yang ditunjukkan alat ukur secara tepat, serta hasil pengukuran ditulis sesuai aturan penulisan angka penting disertai ketidakpastiannya (batas ketelitian alat) dengan tepat. Merespon dan mendengarkan guru

3 Inti Menjelaskan pengertian pengukuran dan ketidakpastiannya
Pengukuran adalah kegiatan mengukur besaran fisika dari sebuah obyek atau benda. Mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan.
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan mempunyai satuan.
Satuan adalah pembanding dalam suatu pengukuran. Mendengarkan, memperhatikan dan menulis penjelasan dari guru 5 menit Ceramah dan diskusi
Memberitahukan dan menunjukan kepada siswa macam-macam alat ukur panjang Mendengarkan dan memperhatikan petunjuk guru 5 menit
Meminta siswa mengukur panjang buku tulisnya masing-masing dengan menggunakan mistar dan mencatat hasil pengukurannya dalam LKS yang disediakan Mengukur panjang buku tulis dengan menggunakan mistar dan mencatat hasilnya. 5 menit
Mendemonstrasikan cara mengukur diameter dalam dan luar penyangga isolasi dengan menggunakan jangka sorong. Demonstrasi cara mengukur diameter dalam dan luar tutup botol air mineral dengan jangka sorong. 10 menit
Mendemonstrasikan cara mengukur ketebalan buku dengan menggunakan mikrometer sekrub Demonstrasi cara mengukur ketebalan buku dengan mikrometer sekrup 10 menit

4 Penutup Memotivasi siswa untuk menyimpulkan materi yang diberikan mulai awal pembelajaran Perwakilan menyimpulkan dengan dibantu guru 15 menit Informasi dan
Tes tulis
Memberikan tugas rumah berupa soal latihan Mengerjakan tugas dan mengumpulkan pada pertemuan yang akan datang.
Mengucapkan salam penutup Menjawab salam


5. Alat / Bahan / Sumber Belajar
• Alat : Mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
• Bahan : Buku tulis, Bolpoint, Spidol, Penyangga isolasi.
• Sumber Belajar : Modul Fisika untuk SMK Tekhnik-semester gasal (penerbit hayati tumbuh subur) yang dirangkum dalam MS power point

6. Penilaian Hasil Belajar
• Tekhnik Penilaian
- Tes tertulis
• Bentuk instrumen
- Essai (Terlampir)
• Contoh instrumen
- Instrumen penilaian (terlampir)


Malang, September 2011
Guru Mata Diklat Guru Praktikan


Drs. S U P A R D I M U S A W W I R
Nip.19590401198603 1 025 Npm:080401070013

Mengetahui
Kepala Sekolah


Dra. F A I Z A H
NIP. 19610125198103 2 005


Lembar Kerja Siswa

A. Tujuan
Membaca Nilai yang ditunjukkan alat ukur secara tepat, serta dapat mengerti apa yang dimaksud dengan pengukuran
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Mistar, Mikrometer Sekrup, dan Jangka Sorong
2. Bahan
Buku tulis, Spidol, dan isolasi
C. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ukur panjang buku tulis dengan mistar dan catat berapa panjang buku tersebut dalam table yang disediakan dibawah
3. Ukur tebal buku tulis dengan micrometer sekrup dan catat berapa tebal buku tulis tersebut dalam tebel yang disediakan dibawah
4. Ukur diameter bolpoint dengan micrometer sekrup dan catat berapa diameter bolpoint tersebut dalam tebel yang disediakan dibawah
5. Ukur diameter luar isolasi dan catat hasil pengamatannya daam table dibawah
6. Ukur diameter dalam isolasi dan catat hasil pengamatannya daam table dibawah
7. Masukkan hasil pengamatan ke dalam table pengamatan
D. Tabel Pengamatan
No. Alat Benda Hasil pengamatan Keterangan
1 Mistar Buku tulis
2 Mikrometer sekrup Buku tulis
3 Mikrometer sekrup Bolpoint
4 Jangka sorong Isolasi
5 Jangka sorong Isolasi
6


E. Pertanyaan
Dengan pengamatan tersebut diatas maka tulislah jawaban dari pertanyaan diabawah ini:
1. Apa yang anda ketahui tentang pengukuran?
2. Apakah setiap bendan mempunyai alat tersendiri untuk diukur? Berikan contoh 2 saja!
3. Jelaskan fungsi dari micrometer sekrup?
4. Jelaskan fungsi dari jangka sororng?
5. sebutkan persamaan dan perbedaan micrometer sekrup dengan jangka sorong?

F. Jawaban
1. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………





Tugas Rumah
Soal Essai
1. Tuliskan pengertian dari pengukuran ?
2. Tuliskan 3 alat yang digunakan untuk mengukur panjang ?
3. Tuliskan dan jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dalam pengukuran !
4. Tuliskan bagaimana cara membaca hasil pengukuran dari alat ukur jangka sorong!
5. Tuliskan bagaimana cara membaca hasil pengukuran dari alat ukur micrometer sekrup!

Tugas Rumah
Soal Essai
1. Tuliskan pengertian dari pengukuran ?
2. Tuliskan 3 alat yang digunakan untuk mengukur panjang ?
3. Tuliskan dan jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dalam pengukuran !
4. Tuliskan bagaimana cara membaca hasil pengukuran dari alat ukur jangka sorong!
5. Tuliskan bagaimana cara membaca hasil pengukuran dari alat ukur micrometer sekrup!

Tugas Rumah
Soal Essai
1. Tuliskan pengertian dari pengukuran ?
2. Tuliskan 3 alat yang digunakan untuk mengukur panjang ?
3. Tuliskan dan jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dalam pengukuran !
4. Tuliskan bagaimana cara membaca hasil pengukuran dari alat ukur jangka sorong!
5. Tuliskan bagaimana cara membaca hasil pengukuran dari alat ukur micrometer sekrup!





Jawaban

1. Pengukuran adalah aktivitas membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu yang lain yang sejenis dan telah ditetapkan satuannya.
2. Alat ukur panjang (mistar, mikrometer sekrup, dan jangka sorong)
3. Factor yang mempengaruhi ketidak pastian dalam pengukuran sebagai berikut :
- Kesalahan umum / keteledoran yaitu kesalahan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan pengamat ex: kurang terampil dalam menggunakan alat ukur.
- Kesalahan sistematik yaitu kesalahan yang disebabkan oleh kesalahan instrument/ alat ukur, antar lain: kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan arah pandang pengamat, kondisi yang kurang mendukung, dll.
- Kesalahan acak yaitu kesalahan yang disebabkan kondisi lingkungan yang kurang mendukung seperti oleh fluktasi-fluktasi halus sebagai akibat adanya gerak brown molekul-molekul udara, tegangan listrik PLN, dll.

4. Cara membaca hasil pengukuran jangka sorong sebagai berikut :
a. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
b. Buka rahang dengan cara geser rahang sorong ke kiri hingga benda dapat masuk ke rahang.
c. Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan sorong kembali rahang sorong sampai tepat.
d. Putarlah pengunci sampai rahang tetap dan rahang sorong tidak dapat digerakkan.
e. Perhatikan angka pada skala utama yang berdekatan dengan angka 0 “nol” disebelah kiri pada skala nonius. ( untuk mendapatkan angka pasti) misalnya
0 1

0 5 10
f. Perhatikan garis pada skala nonius yang segaris dengan garis pada skala utama.
g. Jumlahkan angka yang didapat dari hasil poin “e” dan poin “f”.
5. Cara membaca hasil pengukuran micrometer sekrup sebagai berikut :
a. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
b. Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar hingga benda dapat masuk ke rahang.
c. Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan putar kembali sampai tepat.
d. Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi 'klik'
e. Perhatikan angka pada skala utama yang berdekatan dengan selubung atau skala nonius.
f. Perhatikan garis mendatar pada selubung atau skala nonius yang tepat berimpit dengan garis mendatar pada skala utama.
g. Jumlahkan angka yang didapat dari hasil poin “e” dan poin “f”.
Keterangan nilai untuk soal Essai :
Dalam soal essai terdapat 5 soal Essai dengan rincian sebagai berikut:
No. Soal Skor Jumlah Skor
1, 2 10 2 soal x 10 = 20
3 20 1 soal x 20 = 20
4,5 30 2 soal x 30 = 60
Skor Total 100

Keterangan lain:
1. Jawaban salah diberi skor 5
2. Jawaban mendekati benar diberi nilai separuh dari nilai yang ditetapkan dalam table.
3. Jawaban benar diberi nilai sesuai dengan tabel








Lembar Penilaian Proses/ Kinerja

Lembar Penilaian Proses/ Kinerja
Mata Pelajaran Fisika

Kegiatan Pembelajaran Tanggal :
Metode: ceramah, diskusi dan demonstrasi Kelas : X
No Nama Siswa Aspek yang dinilai Jumlah/ Rata-rata
Keaktifan Kerjasama Ketepatan
1
2
3
4
5
dst



















Lembar Penilaian Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi Hasil Belajar
Mata Pelajaran :Fisika
Kelas : X
Semester : Ganjil
No Nama Siswa Aspek yang dinilai KKM Ket. tuntas/ tidak tuntas
Proses Nilai Tulis Nilai Akhir
1 75
2 75
3 75
4 75
5 75
dst 75




















Analisis Hasil Evaluasi Belajar

Analisis Hasil Evaluasi Belajar
Mata Pelajaran :Fisika
Kelas : X
Semester : Ganjil
KKM : 75
No Nama Siswa Nilai Akhir % Keberhasilan Tindak Lanjut Ket. tuntas/ tidak tuntas
Perbaikan Pengayaan
1 Adi Saputra 80 80 %  Tuntas
2
3
4
5
dst

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar