Pages

Jumat, 30 Desember 2011

RPP Angka Penting Fisika Kelas X SMK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (R P P) Nama Sekolah : S M K Mata Pelajaran : F i s i k a Kelas / Smt. / Tapel. : X / 1 / 2011-2012 Program Keahlian : Semua Program Keahlian Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (Pertemuan Ketiga) Standart Kompetensi 1. Mengukur Besaran dan Menerapkan Satuannya Kompetensi Dasar 1.3 Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis Indikator 1. Angka penting didefinisikan dan diterapkan dalam pengukuran 2. Aturan angka penting dijelaskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari 3. Cara pengoprasian angka penting diketahui baik penjumlahan, pengurangan, perkalian maupun pembagian. 4. Data hasil pengukuran diolah dalam aturan angka penting. 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Mendefinisikan dan menerapkan angka penting dalam pengukuran 2. Menjelaskan aturan angka penting dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari 3. Menjelaskan cara mengoprasikan angka penting baik penjumlahan, pengurangan, pembagian maupun perkalian. 4. Mengolah data hasil pengukuran menurut aturan angka penting. 2. Materi Pembelajaran 1. Angka Penting Angka penting adalah angka yang diperoleh dari hasil pengukuran. Aturan angka penting dipakai dalam penulisan kegiatan ilmiah atau percobaan-percobaan di laboratorium. Aturan angka penting dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Semua angka bukan nol adalah angka penting Contoh 735 cm = memiliki 3 angka penting 515,35 gram = memiliki 5 angka penting 2. Angka nol yang terletak di antara angka bukan nol termasuk angka penting Contoh 7305 cm = memiliki 4 angka penting 40,35 gram = memiliki 4 angka penting 3. Angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol merupakan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (misalnya garis bawah) Contoh 75.000 meter = memiliki 5 angka penting 75.000 sekon = memiliki 3 angka penting 4. Semua angka nol di sebelah kanan tanda decimal, tetapi di sebelah kiri angka bukan nol merupakan bukan angka penting Contoh 0,0043 m = memiliki 2 angka penting 5. Semua angka di sebelah kanan tanda decimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting. Contoh 7, 054 gram = memiliki 4 angka penting 87,00 volt = memiliki 4 angka penting 0,04060 = memiliki 4 angka penting 6. Pada angka bentuk baku maka angka penting yaitu pada bilangan yang tidak berpangkat atau bilangan biasa Contoh 9,08 x 104 meter = memiliki 3 angka penting 1,504 x 106 volt = memiliki 4 angka penting 2. Operasi angka penting Aturan umum operasi angka penting (aturan pembulatan): a. Jika angka pertama setelah angka yang dipertahankan adalah lebih dari 5 maka angka tersebut dibulatkan dan yang dibelakang angka tersebut dihilangkan. Contoh: 42, 24823 (missal kita buat 2 angka setelah koma) 42, 24823 = 42, 25 (angka 823 dihilangkan) b. Jika angka pertama setelah angka yang dipertahankan adalah kurang dari 5 maka angka tersebut dihilangkan beserta yang dibelakangnya. Contoh: 32, 46424 (missal kita buat 2 angka setelah koma) 32, 46424 = 32, 46 (angka 424 dihilangkan) c. Jika angka pertama setelah angka yang dipertahankan sama dengan 5 maka angka tersebut harus mengikuti angka yang didepannya. Jika didepannya angka 5 adalah angka genap maka dihilangkan beserta angka-angka yang dibelakangnya. Jika didepannya angka 5 adalah angka ganjil maka dibulatkan dan angka tersbut beserta angka-angka yang dibelakangnya dihilangkan. Contoh : 1. 65, 64536 (missal kita buat 2 angka setelah koma) 65, 64536 = 65, 64 (angka 536 dihilangkan) 2. 72, 87522 (missal kita buat 2 angka setelah koma) 72, 87522 = 72, 88 (angka 522 dihilangkan) Aturan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian : 1. Untuk penjumlahan dan pengurangan Dalam operasi penjumlahan dan pengurangan angka penting, hasilnya hanya boleh memiliki satu angka taksiran (diragukan) Contoh penjumlahan angka penting: 12,5 + 3,33 =……? jawabannya 12,5 3 AP 3,33 + 3 AP 15, 83 3 AP maka angka penting adalah 15,8 karena hasil akhir penjumlahan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran 12,500 + 5,009 =……? jawabannya 12,500 3 AP 5,009+ 4 AP 17,509 3 AP maka angka penting adalah 17,5 karena hasil akhir penjumlahan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran Contoh pengurangan angka penting: 456 – 54,342 =……? jawabannya 456 3 AP 54,342 - 5 AP 401,658 4 AP maka angka penting adalah 401,3 karena hasil akhir pengurangan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran 102,501 + 15,007 =……? jawabannya 102,501 3 AP 15,007 - 5 AP 87,494 3 AP maka angka penting adalah 87,4 karena hasil akhir pengurangan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran 2. Untuk perkalian dan pembagian Dalam perkalian atau pembagian angka penting hasilnya memiliki angka penting yang sama dengan angka penting yang paling sedikit. Contoh perkalian angka penting: 0,281 x 2,4 =……? jawabannya 0,281 3 angka penting 2,4 x 2 angka penting 0,6744 maka angka penting adalah 0,67 karena hasil ahir perkalian hanya mengambil yang paling sedikit angka pentingnya sehingga yang diambil hanya dua Ap Contoh pembagian angka penting: 3849 : 82 =……? jawabannya 3849 4 AP 82 : 2 AP 47 2 AP maka angka penting adalah 47 karena hasil ahir pembagian hanya mengambil yang paling sedikit angka pentingnya sehingga yang diambil hanya dua Ap 3. Metoda Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : - Direct Instruction - Cooperative Learning 2. Metode Pembelajaran : - Ceramah - Jigsaw 4. Langkah-Langkah Pembelajaran No Tahapan Kegiatan Waktu Metode Guru Siswa 1 Pra Pendahuluan Mengucapkan salam Menjawab salam 10 menit Informasi dan Diskudi Menanyakan Kabar dan presensi kelas Menanggapi guru (diabsen pada saat mengerjakan tugas) Merefresh kembali pelajaran yang lalu (Pengukuran) Menanggapi guru Pengukuran adalah aktivitas membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu yang lain yang sejenis dan telah ditetapkan satuannya. Guru dibantu teman guru untuk menyiapkan dan memasang peralatan presentasi (LCD Proyektor) 2 Pendahuluan Motivasi : Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan pengukuran dan mencatat hasil pengukuran tersebut yang disebut dengan angka penting Apersepsi : Memberikan pertanyaan tentang Angka penting Ex: Darimanakah kita memperoleh angka penting? Dari mana kita tahu angka tersebut merupakan angka penting? Nah hari ini kita akan belajar tentang angka penting. Siswa menanggapi penjelasan guru Siswa menjawab pertanyaan Ex: - Dari hasil pengukuran pak. - Dari ketentuan yanga ada dibuku pak. 10 menit Diskusi Tujuan dari pelajaran hari ini adalah setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Mendefinisikan dan menerapkan angka penting dalam pengukuran 2. Menjelaskan aturan angka pentingdan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengerti cara mengoprasikan angka penting baik penjumlahan, pengurangan, pembagian maupun perkalian. 4. Mengolah data hasil pengukuran menurut aturan angka penting. Merespon dan mendengarkan guru Membagi siswa menjadi 7 kelompok Membentuk kelompok menjadi 7 kelompok. 3 Inti Menjelaskan pengertian angka penting. Angka penting adalah angka hasil dari pengukuran suatu benda atau angka yang diperoleh dari suatu pengukuran dengan alat ukur Mendengarkan, memperhatikan dan mencatat penjelasan dari guru tentang pengertian angka penting 5 menit Ceramah dan jigsaw Menjelaskan aturan-aturan angka penting. Aturan angka penting dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Semua angka bukan nol adalah angka penting. 2. Angka nol yang terletak di antara angka bukan nol termasuk angka penting 3. Angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol, tetapi tanpa tanda decimal merupakan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (misalnya garis bawah) 4. Semua angka nol di sebelah kanan tanda decimal, tetapi di sebelah kiri angka bukan nol merupakan bukan angka penting 5. Semua angka di sebelah kanan tanda decimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting. 6. Pada angka bentuk baku maka angka penting yaitu pada bilangan yang tidak berpangkat atau bilangan biasa Mendengarkan dan memperhatikan serta mencatat penjelasan guru tentang aturan angka penting 10 menit Menjelaskan Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian angka penting. Mendengarkan, memperhatikan dan mencatat penjelasan dari guru tentang operasi angka penting 5 menit Memberikan soal-soal kepada siswa untuk dipecahkan bersama kelompoknya. Perwakilan siswa dar kelompok ahli menjelaskan hasil diskusi kelompoknya. 10 menit Meminta perwakilan siswa untuk menjelaskan soal-soal sesuai dengan kelompok ahli masing – masing. Perwakilan siswa mengerjakan latihan soal didepan kelas 10 menit 4 Penutup Memotivasi siswa untuk menyimpulkan materi yang diberikan mulai awal pembelajaran Perwakilan menyimpulkan dengan dibantu guru 10 menit Informasi dan Tes tulis Memberikan tugas rumah berupa soal latihan Mengerjakan tugas dan mengumpulkan pada pertemuan yang akan datang. Mengucapkan salam penutup Menjawab salam 5. Alat / Bahan / Sumber Belajar • Alat : seperangkat media presentasi (LCD Proyektor dan laptop) • Bahan : soal-soal yang didiskusikan dalam kelompok (terlampir) • Sumber Belajar : - Modul Fisika untuk SMK Tekhnik-semester gasal (penerbit hayati tumbuh subur) yang dirangkum dalam MS power point. - Asas-asas Fisika SMA 1A. Semester pertama (Yudhistira) yang dirangkum dalam MS power point. 6. Penilaian Hasil Belajar • Tekhnik Penilaian - Tes tertulis • Bentuk instrumen - Essai (Terlampir) • Contoh instrumen - Instrumen penilaian (terlampir) Malang, 09 Oktober 2011 Guru Pamong Guru Praktikan Drs. S U P A R D I M U S A W W I R Nip.19590401198603 1 025 Npm. 080401070013 Soal kelompok (Jigsaw) 1. Jelaskan menurut aturan angka penting. a. 75.000 meter = memiliki …...... angka penting b. 75.000 sekon = memiliki …...... angka penting. c. 7305 cm = memiliki …...... angka penting. d. 40,35 gram = memiliki …...... angka penting. e. 735 cm = memiliki …...... angka penting. f. 515,35 gram = memiliki …...... angka penting 2. Jelaskan menurut aturan angka penting. a. 0,0043 m = memiliki ……. angka penting. b. 7, 054 gram = memiliki ……. angka penting. c. 87,00 volt = memiliki ……. angka penting. d. 0,04060 = memiliki ……. angka penting. e. 9,08 x 104 meter = memiliki ……. angka penting. f. 1,504 x 106 volt = memiliki ……. angka penting 3. Aturan pembulatan angka penting. a. 36,785009 = hasil pembulatannya ………. (ambilah 2 angka setelah koma) b. 277,74622 = hasil pembulatannya ………. (ambilah 1 angka setelah koma) c. 718,095555 = hasil pembulatannya ………. (ambilah 1 angka setelah koma) d. 3054,003545 = hasil pembulatannya ………. (ambilah 3 angka setelah koma) e. 16090,001998 = hasil pembulatannya ………. (ambilah 2 angka setelah koma) 4. Aturan penjumlahan dan pengurangan angka penting. a. Jumlahkan 4,074 m dan 25,9 m dan 5.720 cm dengan aturan angka penting (m) b. Jumlahkan 0,0009 kg dan 25,009 g dan 4,5040 g dengan aturan angka penting (kg) c. Kurangkan 23 kg terhadap 12.000 g dengan aturan angka penting (g). 5. Aturan Perkalian dan pembagian angka penting. a. 34,5 m x 5 cm dengan aturan angka penting (cm). b. 240 kg : 12.000 g dengan aturan angka penting (kg). c. 125.405.000 μN x 24,23 N dengan aturan angka penting (N). Latihan (kode A) Soal Essai 1. Tuliskan pengertian dari angka penting ? 2. Tuliskan bagaimana cara mendapatkan angka penting dalam suatu pengukuran dengan micrometer sekrup? 3. Tuliskan dan jelaskan cara penjumlahan dan pengurangan angka penting serta berikan contoh masing-masing. 4. Sebuah benda diukur dengan menggunakan micrometer sekrup yang mempunya angka ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. benda tersebut diperoleh hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: dilihat dari skala utama 6,5 mm dan dilihat dari skala nonius menunjukkan angka 33. Berapa hasil pengukurannya dalam angka penting? 5. Sebuah benda diukur dengan menggunakan jangka sorong yang mempunya angka ketelitian 0,2 mm atau 0,02 cm. benda tersebut diperoleh hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: dilihat dari skala utama 8,7 mm dan dilihat dari skala nonius menunjuk angka 7. Berapa hasil pengukurannya dalam angka penting? Latihan (kode B) Soal Essai 1. Tuliskan pengertian dari angka penting ? 2. Tuliskan bagaimana cara mendapatkan angka penting dalam suatu pengukuran dengan micrometer sekrup? 3. Tuliskan dan jelaskan cara perkalian dan pembagian angka penting serta berikan contoh masing-masing! 4. Sebuah benda diukur dengan menggunakan micrometer sekrup yang mempunya angka ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. benda tersebut diperoleh hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: dilihat dari skala utama 4,5 cm dan dilihat dari skala nonius menunjukkan angka 24. Berapa hasil pengukurannya dalam angka penting? 5. Sebuah benda diukur dengan menggunakan jangka sorong yang mempunya angka ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm. benda tersebut diperoleh hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: dilihat dari skala utama 4,7 mm dan dilihat dari skala nonius menunjukkan angka 8 . Berapa hasil pengukurannya dalam angka penting? Jawaban (kode A) 1. Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari pengukuran. Angka penting terdiri atas angka pasti/eksak dan satu angka taksiran. skor 10 2. Cara mendapatkan angka penting dari hasil pengukuran dengan micrometer sekrup; Missal : hasil penguran dilihat dari skala utama 3,5 mm Hasil pengukuran dilihat dari skala nonius ke-45 skor 5 Maka kita dapatkan: angka pasti = angka yang didapat dari skala utama = 3,5 mm skor 10 angka taksiran = angka yang didapat dari skala nonius x ketelitian micrometer sekrup = 45 x 0,01 mm = 0,45 mm skor 15 Angka penting = angka pasti + angka taksiran = 3,5 mm + 0,45 mm Angka penting = 3,95 mm skor 20 3. Cara penjumlahan dan pengurangan angka penting: a. Penjumlahan angka penting 12,5 cm + 3,33 cm =……? jawabannya 12,5 cm 3,33 cm + 15, 83 cm maka angka penting adalah 15,8 kg karena hasil akhir penjumlahan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran 12,500 kg+ 5,009 kg =……? jawabannya 12,500 kg 5,009 kg+ 17,509 kg maka angka penting adalah 17,5 kg karena hasil akhir penjumlahan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran Skor 5 Skor 10 b. Pengurangan angka penting 456 m – 54,342 m =……? jawabannya 456 m 54,342 m - 401,658 m maka angka penting adalah 401,3 m karena hasil akhir pengurangan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran 102,501 m + 15,007 m =……? jawabannya 102,501 m 15,007 m - 87,494 m maka angka penting adalah 87,4 m karena hasil ahir pengurangan hanya boleh memiliki 1 angka taksiran Skor 15 Skor 20 4. Hasil pengukuran micrometer sekrup. Hasil penguran dilihat dari skala utama 6,5 mm Skor 5 Hasil pengukuran dilihat dari skala nonius ke-33 Skor 10 Maka kita dapatkan: angka pasti = angka yang didapat dari skala utama = 6,5 mm Skor 15 angka taksiran = angka yang didapat dari skala nonius x ketelitian micrometer sekrup = 33 x 0,01 mm = 0,33 mm Skor 20 Angka penting = angka pasti + angka taksiran = 6,5 mm + 0,33 mm Angka penting = 6,83 mm Skor 25 5. Hasil pengukuran jangka sorong. Hasil penguran dilihat dari skala utama 8,7 mm Skor 5 Hasil pengukuran dilihat dari skala nonius ke-7 (artinya 35 pada skala sesungguhnya) Skor 10 Maka kita dapatkan: angka pasti = angka yang didapat dari skala utama = 8,7 mm Skor 15 angka taksiran = angka yang didapat dari skala nonius x ketelitian jangka sorong sekrup = 35 x 0,02 mm = 0,70 mm Skor 20 Angka penting = angka pasti + angka taksiran = 8,7 mm + 0,70 mm = 9,40 mm Angka penting = 9,4 mm Skor 25 Jawaban (kode B) 1. Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari pengukuran. Angka penting terdiri atas angka pasti/eksak dan satu angka taksiran. Skor 10 2. Cara mendapatkan angka penting dari hasil pengukuran dengan micrometer sekrup; Missal : hasil penguran dilihat dari skala utama 3,5 mm Hasil pengukuran dilihat dari skala nonius ke-45 skor 5 Maka kita dapatkan: angka pasti = angka yang didapat dari skala utama = 3,5 mm skor 10 angka taksiran = angka yang didapat dari skala nonius x ketelitian micrometer sekrup = 45 x 0,01 mm = 0,45 mm skor 15 Angka penting = angka pasti + angka taksiran = 3,5 mm + 0,45 mm Angka penting = 3,95 mm skor 20 3. Cara perkalian dan pembagian angka penting: a. Perkalian angka penting 0,281 m x 2,4 m =……? jawabannya 0,281 m 3 angka penting 2,4 m x 2 angka penting 0,6744 m skor 5 maka angka penting adalah 0,67 m karena hasil ahir perkalian hanya mengambil yang paling sedikit angka pentingnya sehingga yang diambil hanya dua Ap skor 10 b. Pembagian angka penting 3849 cm : 82 cm =……? jawabannya 3849 cm 82 cm : 47 cm skor 15 maka angka penting adalah 47 cm karena hasil ahir pembagian hanya mengambil yang paling sedikit angka pentingnya sehingga yang diambil hanya dua Ap skor 20 4. Hasil pengukuran micrometer sekrup. Hasil penguran dilihat dari skala utama 4,5 mm skor 5 Hasil pengukuran dilihat dari skala nonius ke-24 skor 10 Maka kita dapatkan: angka pasti = angka yang didapat dari skala utama = 4,5 mm skor 15 angka taksiran = angka yang didapat dari skala nonius x ketelitian micrometer sekrup = 24 x 0,01 mm = 0,24 mm skor 20 Angka penting = angka pasti + angka taksiran = 4,5 mm + 0,24 mm Angka penting = 4,74 mm skor 25 5. Hasil pengukuran jangka sorong. Hasil penguran dilihat dari skala utama 4,7 mm skor 5 Hasil pengukuran dilihat dari skala nonius ke-8 skor 10 Maka kita dapatkan: angka pasti = angka yang didapat dari skala utama = 4,7 mm skor 15 angka taksiran = angka yang didapat dari skala nonius x ketelitian jangka sorong sekrup = 8 x 0,1 mm = 0,8 mm skor 20 Angka penting = angka pasti + angka taksiran = 4,7 mm + 0,8 mm Angka penting = 5,5 mm skor 25 Keterangan nilai untuk soal Essai : Dalam soal essai terdapat 5 soal Essai dengan rincian sebagai berikut: Table penskoran No. Soal Skor Jumlah Skor 1 10 1 soal x 10 = 10 2,3 20 2 soal x 20 = 40 4,5 25 2 soal x 25 = 50 Skor Total 100 Keterangan lain: 1. Jawaban salah diberi skor 5 2. Jawaban mendekati benar diberi nilai separuh dari nilai yang ditetapkan dalam table penskoran. 3. Jawaban benar diberi nilai sesuai dengan table penskoran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar